Perbedaan FCL 20 dan FCL 40 dalam Pengiriman Ekspor

Afditya Fahlevi 27 Oct 2025
Dalam kegiatan ekspor, penggunaan kontainer merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga keamanan, efisiensi, dan kelancaran distribusi barang ke luar negeri. Dua ukuran kontainer yang paling umum digunakan adalah FCL 20 feet (20’) dan FCL 40 feet (40’).

Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu mengangkut barang dalam sistem Full Container Load (FCL), namun berbeda dari segi ukuran, kapasitas, dan biaya pengiriman.

FCL 20 feet atau sering disebut kontainer 20 kaki, merupakan kontainer standar dengan panjang sekitar 6 meter, lebar 2,4 meter, dan tinggi 2,6 meter.

Kapasitas muat kontainer ini mencapai sekitar 28–30 meter kubik (CBM) atau setara dengan 21–25 ton barang, tergantung jenis dan berat muatan. Kontainer 20 kaki umumnya digunakan untuk mengangkut barang yang berat namun tidak memerlukan ruang besar, seperti bahan mentah, logam, atau mineral.

Sementara itu, FCL 40 feet atau kontainer 40 kaki memiliki panjang sekitar 12 meter, dengan lebar dan tinggi yang sama seperti kontainer 20 kaki. Kapasitas muatnya bisa mencapai 55–60 meter kubik (CBM) atau dua kali lipat dari kontainer 20 kaki, dengan berat maksimal sekitar 27–29 ton.

Jenis kontainer ini sering dipilih oleh eksportir yang mengirim barang dalam volume besar namun relatif ringan, seperti produk tekstil, furnitur, makanan kering, atau komoditas agrikultur.

Perbedaan utama antara FCL 20 dan FCL 40 tidak hanya pada ukuran dan kapasitas, tetapi juga pada biaya logistik dan efisiensi ruang.

Dalam beberapa kasus, menyewa satu kontainer 40 kaki bisa lebih ekonomis dibanding dua kontainer 20 kaki karena biaya pengiriman laut dan penanganan di pelabuhan relatif lebih rendah.

Namun, pilihan ini tetap harus disesuaikan dengan berat total barang dan ketentuan batas muatan maksimum dari perusahaan pelayaran serta otoritas pelabuhan.

Selain itu, dalam konteks kepabeanan, baik FCL 20 maupun FCL 40 tetap memerlukan dokumen ekspor yang sama, seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), invoice, packing list, dan dokumen pengangkutan (Bill of Lading). 

Pemeriksaan fisik oleh Bea Cukai juga dilakukan dengan prosedur serupa, hanya saja waktu dan biaya penanganan dapat berbeda tergantung ukuran kontainer dan jenis barang di dalamnya.

Dengan memahami perbedaan antara FCL 20 dan FCL 40, eksportir dapat memilih ukuran kontainer yang paling efisien berdasarkan jenis barang, volume muatan, dan biaya pengiriman, sehingga kegiatan ekspor dapat berjalan lebih lancar, aman, dan ekonomis.